Publikasi

bg1

MEMORI-MEMORI TERLARANG: Perempuan, Korban, dan Penyintas Tragedi ‘65 di Nusa Tenggara Timur (2012)

Buku ini merekam kesaksian perempuan korban dan penyintas Tragedi 1965 di Nusa Tenggara Timur yang selama puluhan tahun hidup dalam stigma, ketakutan, dan pembungkaman. Melalui sejarah lisan, diungkap pengalaman penangkapan, penahanan tanpa proses hukum, kekerasan fisik dan seksual, kerja paksa, kehilangan keluarga, serta pengucilan sosial yang mereka alami sebagai korban langsung maupun sebagai anggota keluarga yang dituduh terkait PKI.  Selain menggambarkan penderitaan berlapis yang dialami perempuan, buku ini juga menunjukkan daya tahan, solidaritas, dan upaya mereka mempertahankan hidup serta memulihkan martabat di tengah diskriminasi yang berkepanjangan, sekaligus menegaskan pentingnya pengungkapan kebenaran dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu. Pembelian versi bahasa Indonesia dan Inggris dapat dilakukan melalui narahubung: Imel (+62878-5711-6800)  

merentang juang

MERENTANG JUANG: Suara Perempuan Pejuang Penyintas Kekerasan (2014)

Asia Justice & Rights bersama JPIT (NTT), Kiprah Perempuan (DIY), Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Maluku), LBH Apik (Aceh), ELSHAM (Papua), serta Associacaon Chega Ba Ita (Timor-Leste) melakukan sebuah penelitian partisipatif bersama 108 orang perempuan di 9 lokasi di Indonesia dan Timor Leste. Menggunakan metode penelitian yang mendalam, para peneliti berproses dalam kelompok di mana rata-rata para korban perempuan bertemu 6-10 kali selama 6 bulan untuk berbagi pengalaman dan permasalahan. Buku foto ini adalah sebuah hasil awal dari proses penelitian partisipatif ini.  Ada tiga tujuan utama dari diselenggarakannya penelitian dan publikasi ini. Pertama, untuk memperdalam pengetahuan tentang kekerasan terhadap perempuan yang terjadi pada masa konflik. Kedua, untuk memahami bagaimana perempuan mengalami impunitas dalam kehidupan sehari-harinya. Ketiga, bersama para korban perempuan mencari cara agar mereka bisa menjadi aktor perubahan untuk masalah yang mereka alami. Buku dapat diunduh melalui tautan berikut: Merentang Juang

forbidden memories cover 300dpi scaled

FORBIDDEN MEMORIES: Women’s Experiences of 1965 in Eastern Indonesia (2015)

Ini adalah publikasi terjemahan bahasa Inggris dari buku MEMORI-MEMORI TERLARANG: Perempuan, Korban, dan Penyintas Tragedi ‘65 di Nusa Tenggara Timur (2012).  This is the first book to consider the experiences of women survivors of 1965 anti-communits violence in the majority Christian province Eastern Indonesia. So far, most studies of the 1965 violence have focused on the Muslim majority population of Java and Hindu majority population of Bali. The book presents stories from across the regions of Sumba, Sabu, Alor, Kupang, and other parts of West Timor of women who were imprisoned and tortured or whose husbands were murdered. The book is a critical examination of the role of the Protestant Church at the time of the violence and in its aftermath, including ongoing sanctions and political purges against those considered to be supporters of the Indonesian Communist Party. Buku ini dapat diunduh melalui tautan berikut: Forbidden Memories Untuk pembelian buku versi cetak dapat dilakukan melalui narahubung: Imel (+62878-5711-6800)

perjuangan

Perjuangan, Luka dan Harapan: Kumpulan Kesaksian Korban dan Penyintas Pekerja Migran Asal NTT (2019, Kolaborasi dengan AJAR)

Penelitian ini merupakan kerjasama JPIT dan AJAR yang bertujuan untuk menciptakan ruang berbagi cerita dan membangun harapan bagi korban dan penyintas TPPO. Penelitian ini merupakan bagian dari proses pemulihan trauma dan menumbuhkan mobilisasi anak muda dalam memahami korban dan penyintas konflik dan kekerasan. Penelitian dilakukan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, melibatkan 17 narasumber. Kisah-kisah yang dikumpulkan menggambarkan tema utama buku yang bukan hanya mengeksplorasi luka melainkan juga perjuangan dan harapan.

Scroll to Top