Menyintas Tragedi ‘65, Menjadi Saksi Kristus

Jumat, 24 Juli 2026, kediaman salah satu penyintas Tragedi ‘65 di Oesao menjadi tempat berlangsungnya pertemuan dua bulanan Komunitas Sahabat Doa Lansia (SDL) Oesao. Pertemuan bertema “Menjadi Saksi Kristus” ini tidak hanya dihadiri para penyintas, tetapi juga perwakilan gereja dari GMIT Getsemani Babau dan GMIT Imanuel Oesao.

Berbaju putih dan mengenakan kain tenun, satu per satu penyintas tiba di tempat kegiatan dan saling menyapa dengan hangat. Tim JPIT lebur dalam percakapan dengan para Oma-Opa yang lama tidak dikunjungi.

Sapaan dari Ketua Badan Pengurus JPIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon membuka kegiatan SDL bulan Juli. Dalam sapaannya, Ibu Mery memperkenalkan JPIT sekaligus memperkenalkan komunitas Oma-Opa penyintas kepada para perwakilan gereja yang baru pertama kali berjumpa dengan JPIT. Ia berharap gereja dapat terus memberi perhatian pastoral kepada para penyintas yang berada di wilayah pelayanannya masing-masing.

Ibadah berlangsung khusyuk dan hangat. Eman Manoe membagikan pembacaannya dari Filipi 1:3-11, surat yang ditulis Paulus ketika dia berada di dalam penjara. Meskipun surat ini ditulis dari dalam penjara, bagian teks yang direnungkan berisi sukacita Paulus terhadap perkembangan jemaat di Filipi oleh karena ketekunan mereka menjadi saksi Kristus.

image

Teks ini menjadi dasar untuk merefleksikan ketekunan komunitas SDL Oesao yang juga telah menyintas Tragedi ‘65 dan kini menjadi komunitas saksi mengenai kekuatan iman mereka yang tidak runtuh meski dalam hantaman diskriminasi dan kekerasan masa lalu.

Dalam sapaan penutupnya, Ifana Tungga selaku Koordinator Pelaksana JPIT menegaskan kembali inti refleksi Alkitab hari itu mengenai peran komunitas SDL Oesao sebagai saksi Kristus. Keberhasilan Oma-Opa Oesao mendirikan tugu memorialisasi ‘65 di Oesao, komunitas SDL Oesao menjadi sebuah kesaksian yang menginspirasi kelompok penyintas Tragedi ‘65 di berbagai tempat.

Tugu memorialisasi Tragedi ‘65 yang berdiri di Oesao bukan hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga menjadi saksi keteguhan iman para Oma-Opa yang bertahan di tengah luka masa lalu.

screenshot 2026 08 03 00.35.51
jpit hitam

Jl. Sonbai, RT 016, RW 007,                 

Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu,               

Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, 85360

Lisensi

Scroll to Top